Sangat indah nya desa ku….

INDAHNYA ALAM DESAKU

Desa kami terletak di Pupuan tepatnya di Banjar Dinas Galiukir, Desa Kebon Padangan,Kecamatan Pupuan.Desa kami amatlah subur airnya yang jernih dan udaranya yang sejuk membuat kami betah tinggal disini. Mayoritas pekerjaan penduduknya adalah petani dan panen terbesar biasanya adalah kopi dan cengkeh.

Oh iya kawan kami hampir lupa untuk memperkenalkan diri, nama saya adalah pandi(penulis),dan dengan 9 teman saya yaitu thomas,antoni,ariana,aris,anom,weda,ramdika,roiy,dan rodeo, kami adalah sekumpulan anak rantau yang jarang pulang ke kampung halaman,di sela-sela liburan ini kami menyempatkan diri untuk berkumpul sekedar menghilangkan kerinduan. “Menghilangkan kerinduan?,,kayak orang pacaran aja hahahahaha“.
Kali ini kami akan menceritakan perjalanan kami menuju ke sungai Haa yang disana terdapat sumber mata air panas.”tetapi tidak terlalu panas seperti air mendidih kalau direbus wkwkwkwkwk“.

Sungai Haa ini merupakan percampuran dari sungai-sungai kecil yang ada di sepanjang daerah pupuan, hilir dari sungai Haa adalah di pantai soka,disana disebut dengan tukad yeh balian. “Mungkin sungainya sakti jadi namanya tukad balian hahahhaha“.

Galiukir_yeh_haa[1]
yeh haa galiukir

Perjalanan menuju ke sungai haa memakan waktu kurang lebih 10 menit jika menggunakan sepeda motor dan 20 menit jika berjalan kaki,akses ke yeh haa sangat sulit jalannya begitu terjal apalagi dari tanah karena belum adanya pembangunan infrastruktur jalan beton, di musim penghujan seperti sekarang jalannya sangat licin dan becek jadi sangat berbahaya jika menggunakan sepeda motor, alangkah baiknya berjalan kaki demi keselamatan, tetapi tidak dengan kami,kami tetap menggunakan sepeda motor menuju ke lokasi karena itu merupakan kesenangan bagi kami yang menyukai tantangan, di sepanjang perjalanan betapa tertantangnya kami dengan jalur yang terjal dan licin,beberapa dari kami sempat terpeleset dan jatuh,salah satunya adalah antoni dia jatuh bersama dengan sepeda motornya. “mungkin sepeda motornya tidak mampu menahan berat badannya yang memang gemuk,,,, sorry ton“.Jalur demi jalur kami lewati dan akhirnya sampai di lokasi sungai haa.

galiukir melali
yeh panes desa galiukir

Sungainya cukup besar dan arusnya tidak terlalu deras airnyapun terlihat jernih membuat kami tidak sabar ingin terjun ke sungai, disekeliling kami melihat pengunjung yang mungkin datang dari desa seberang yang juga ingin menikmati sungai haa.

Lalu kami membuka baju dan terjun bersama-sama terasa sangat segar setelah berkeringat dan lumpur tanah menempel di badan hanyut bersama aliran sungai. “Samapi air kencingpun hanyut wkwkwkwkkw”.

pancoran yeh panes galiukir

Setelah lama kami bermain air dan berendam,lalu kami menuju ke tempat dimana sumber air panas itu berada untuk membersihkan tubuh sekali lagi. Tak disangka langit disebelah utara mulai mendung dan gelap yang membuat kami bergegas cepat-cepat pulang,karena takut akan terjadinya hujan deras yang menyebabkan aliran sungai menjadi besar dan juga jalan menuju pulang semakin sulit dan licin,akhirnya kami memutuskan untuk pulang.

Kali ini medannya terbalik yaitu naik,naik,dan naik sehingga kami yang berboncengan harus turun mendorong sepeda motor untuk bisa melalui jalur naikan yang licin,lalu berboncengan lagi,melihat jalur naikan lagi ya terpaksa melakukan hal serupa seperti sebelumnya. “Gatau capek apa naik turun boncengan buat dorong motor hadeehhhh“.

Akhirnya kami sampai di jalan bancuk, jalan yang aman, kami beristirahat sejenak untuk melancarkan pernafasan. “Ihh kok melancarkan pernafasan kayak mau sembahyang aja?“. Seusai beristirahat kamipun pulang kerumah masing-masing.

Ya begitulah cerita kami kawan, kalau ada kata-kata yang kurang baik atau tidak berkenan saya mohon maaf.

“LESTARIKAN ALAM DISEKITAR KITA #SALAM ANAK DESA”

http://pandiceritaanakgaliukir.blogspot.com/